topmetro.news, Asahan – Dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar bimtek di Asahan.
Pelaksaan Bimtek dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin SSos MSi, Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP, Forkopimda, Sekda, Asisten, Staf Ahli, OPD, Kabag, Camat, Lurah dan undangan lainnya.
Dihari terakhir, Kamis (7/5) Rino Haruno mewakili KPK dalam exit meeting menyampaikan bimtek bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen perangkat daerah dalam pencegahan korupsi. Mendorong terwujudnya pelayanan publik yang transparan, akuntabel dan responsif. Mengevaluasi hasil bimtek serta merumuskan tindak lanjut perbaikan ke depan.
“Kami juga telah melakukan kunjungan ke berbagai unit pelayanan publik, seperti RSUD HAMS Kisaran, Mall Pelayanan Publik, Disdukcapil. Hasil kunjungan menunjukkan adanya perbaikan, khususnya di RSUD”, kata Rino.
Rino menekankan program harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Mendorong setiap OPD menetapkan target yang jelas dalam implementasi program. Apresiasi Dinas Pendidikan atas evaluasi pendidikan antikorupsi. Mendorong penetapan calon agen perubahan untuk 10 penyuluh antikorupsi.
Bupati Asahan mengucapkan terima kasih kepada KPK atas bimbingan dan pendampingan. Kegiatan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi kami. Pemkab Asahan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita akan mengembangkan aplikasi sebagai pusat pemberitahuan informasi kepada masyarakat. Kita berkomitmen melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang ada. Kita akan melakukan pelayanan yang transparan dan responsif”, kata Bupati.
Reporter | Indra

